Malam kedua Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019.

Sabtu (30/11/2019) Hari kedua kegiatan Banjarbaru,s Rainyday Literay Festival 2019 menampilkan banyak kegiatan yang sangat menarik, di awali pagi hari dengan acara TETABI, temu, tatap, bincang bersama para penyair sastrawan baik dari dalam maupun luar negeri. Seperti Bapak Riri Satria dari Jakarta, Bapak Putu Fajar Arcana dari Jakrta ,dan dari luar negeri seperti Bapak Ruslan Yusoh dari Thailand tepatnya daerah Patani, Thailand Selatan, Bapak Wacana Minda dari Malaysia dan Ibu Kang Myoung Sook dari Korea Selatan.

Pada malam hari juga banyak sekali kegiatan yang diawali dengan parade puisi yang dibacakan oleh beberapa penyair kemudian dilanjutkan Peluncuran Buku Antologi Puisi “When The Days Were Raining” oleh tiga penulis terpilih Banjarbaru’s Rainyday Literary Festival 2019, I Wayan Jengki (Bali), Raudal Tanjung Banua (Jogja), Muhammad Subhan (Padang Panjang) bersama Bapak Drs. H. Nadjmi Adhani, M.Si.
Buku Karya yang berisi Dwibahasa (Indonesia-Inggris) dari para penyair Indonesia secara resmi diserahkan kepada Walikota Banjarbaru, Bapak Drs. H. Nadjmi Adhani, M.Si.

Kemudian dilanjutkan dengan parade puisi yang dibacakan oleh beberapa penyair, lalu ada penampilan dramatisasi puisi dari siswa dan siswi SMA yang jauh dari Bali dan juga musikalisasi puisi dari para mahasiswa yang tegabung dalam UKM ARTPEDIA Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, juga ada penampilan dari Sanggar Anam Banua dalam dramatisasi puisi.

Dan juga Pada kesempatan tersebut, Plt. Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Banjarbaru, Ibu Dra. Lesa Fahriana, M.M, juga memberikan cenderamata khas Banjarbaru kepada seluruh Narasumber dan Pemenang Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019. 

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *