Darpusda Kota Banjarbaru Gelar Pelatihan Jurnalisme AI, Siapkan Konten Kreatif dan Kredibel

0
Cuplikan layar 2025-11-26 095054

BANJARBARU – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru mengadakan kegiatan bertajuk “Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial” melalui Pelatihan Jurnalisme Masa Depan, Literasi Inovasi AI untuk Konten yang Kredibel. Pelatihan ini dilaksanakan pada Selasa, 25 November 2025, bertempat di Aula Gedung 3 DARPUSDA Kota Banjarbaru. Acara ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang berasal dari pegawai internal DARPUSDA, komunitas literasi, pengelola media sosial kelurahan, hingga mahasiswa di Kota Banjarbaru.

Kepala Bidang Promosi, Pembinaan, dan Pengembangan Perpustakaan, Rosida Ridha, yang mewakili Kepala Dinas, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan keterampilan. Beliau berharap peserta dapat meningkatkan keterampilan dasar jurnalistik, kemampuan membuat konten kreatif, serta memperkuat kemampuan publikasi agar informasi dapat dikenal luas oleh masyarakat. Kegiatan ini secara spesifik bertujuan untuk memperkuat kemampuan literasi digital peserta, khususnya dalam memproduksi konten yang akurat, edukatif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sesi pertama diisi oleh Redaktur Pojok Banua, Yuliandri Kusuma Wardani, yang menyampaikan materi dasar jurnalisme, termasuk prinsip utama penyusunan berita menggunakan struktur 5W+1H dan pentingnya menjaga etika penulisan. Antusiasme peserta meningkat pada sesi kedua, di mana wartawan Pojok Banua, Juni Arfiandy, memaparkan strategi membuat konten berita yang menarik untuk media sosial dan yang terpenting, cara memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu untuk menghasilkan konten yang lebih berkualitas dan relevan.

Pelatihan ini ditutup dengan sesi praktik di mana para peserta menyusun narasi berita secara berkelompok, memungkinkan mereka untuk menerapkan secara langsung ilmu yang telah diperoleh. Dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dibidang jurnalisme dan teknologi, Darpusda Kota Banjarbaru berupaya mendorong literasi inovasi sebagai bagian dari transformasi perpustakaan, demi menghasilkan konten digital yang tidak hanya menarik, tetapi juga kredibel bagi publik.[Ftr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *